jump to navigation

Saya Memberi Bukan Meminta! 16 Juli 2007

Posted by Kholid Ferdiansyah in K-Link Pendidikan, K-Link Prospekting.
trackback

Mungkin Anda pertama kalinya masuk atau membaca artikel ini, artikel ini saya kemas ke dalam sebuah blog dengan tujuan untuk memberi informasi kepada semua orang tentang MLM pada umumnya dan K-link pada khususnya.
pengemis.jpg

Ada banyak orang yang mengakses situs ini, coba lihat indikator statistiknya di halaman paling bawah, pengunjung datang dari semua golongan seperti, Dokter, Doktor, Profesor, pengusaha, pebisnis, karyawan, tukang cahating, webmaster, artis, tukang kayu, petani, tukang ojek, pengacara, pakar hukun, polisi, TNI, pencari kerja, Bos, atau orang MLM yang udah sukses ataupun orang MLM yang masih “baru tumbuh”.

Secuil sikap yang ingin saya goreskan pada artikel ini, yaitu SAYA INGIN MEMBERI BUKAN MEMINTA, sekali lagi saya tegaskan “SAYA INGIN MEMBERI BUKAN MEMINTA”.

Banyak sekali saya menemui (termasuk orang dalam jaringan saya) orang yang “takut” untuk mengatakan tentang (SPONSORING) MLM, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, antara lain yang ingin saya bahas adalah SIKAP.

Kita harus memposisikan sikap kita pada frekuansi yang tepat yaitu ingin “membantu orang “ yang saat ini sedang membutuhkan, bukan orang-orang yang “mau” menjalankan usaha ini. Karena jika kita hanya fokus mencari orang-orang yang mau dalam usaha ini maka akan tumbuh di jiwa kita sikap “memanfaatkan” (Jika dia “gabung” di usaha ini maka saya sukses) dan sikap ini akan membuat kita tidak “ikhlas” menjalankan usaha ini. Ciri-cirinya adalah kita akan sering marah-marah atau gusar jika kita melihat mitra kita yang tidak mau join atau tidak serius dalam menjalankan usaha ini.

Sikap memanfaatkan biasanya akan membuat kita sulit untuk merekrut angota baru, karena aura memanfaatkan akan selalu terpancar dari sikap kita.

OK… mari kita set frekuensi sikap kita ke frekunsi yang benar, kalau yang kita tanamkan di jiwa kita adalah sikap ingin membantu orang maka kita tidak akan memiliki beban saat mensponsori semua orang. Dan kita tidak akan sakit hatijika orang tersebut tidak join, karena niat kita memberi peluang bukan untuk mengemis, posisi tangan kita ada di atas bukan di bawah

Sudah kan Anda seting Sikap anda pada Frekuansi yang Benar ?
Kalau sudah Silahkan sponsori secepatnya semua orang, jangan pilih pilih lagi.

Jika orang meolak menjalankan usaha ini bukan karena tidak cocok, ini hanya karena dia tidak tahu betapa hebatnya usaha ini, atau dia tidak tahu potensi dirinya (Referensi : daftar nama).

Usaha ini sangat sederhana, keadaan sulit itu muncul karena sikap kita, ketakutan untuk sponsori orang adalah hal yang paling sering saya temui. Takut di tolak, dan yang paling parahnya kalau di tolak sakit hati.. kemudian “NGLOKRO” atau kendor dalam bahasa nyentriknya.

Ada solusi agar anda tidak sakit hati kalau di tolak (he… mau kaya kok malah sakit hati… santai aja) :
1. Dalami ilmu K-Link
2. Ikuti Best OF THE BEST
3. Lakuakn sponsoring untuk 30 orang perhari, maka anda tidak akan pernah punya waktu untuk sakit hati.
Jika hal ini anda lakukan maka sakit hati tidak akan muncul, kenapa harus sakit hati, semua orang punya pilihan, dan kita harus hargai pilihan mereka. Mungkin saat ini dia belum butuh atau mungkin butuh Bukti bahkan yang terparah mereka butuh momentum.

Jangan ragu untuk sponsori semua orang yang ada di dalam lingkup satu meter anda, seponsori sekarang juga atau orang lain yang akan ambil kesempatan itu… jangan sampai orang yang anda kenal hidup di side line anda…

Komentar»

1. Budi - 20 Juli 2007

luar biasa mas kholid saya salut sama anda! saya tertarik dengan konsep yang anda tawarkan! bagaimana mas caranya? nama saya Budi saya aseli jogja mas. Mas besok saya kontak yah! goodluck yah mas!

2. roni - 3 Agustus 2007

mas gimana caranya join? saya tinggal di solo boleh gak klo join sama mas?

3. Ery Yulianto - 7 September 2007

gunakan 3 syarat jika mau sukses dalam menjalankan bisnis ini:
1. FOKUS
2. IKHLAS
3. KETULUSAN
tanpa 3 hal diatas, jangan pernah mengharapkan ada suatu berkah yg akan bisa anda sampaikan kepada orang lain. karena bisnis ini di bangun dari hati kita yang ingin berbagi.

4. danarz - 19 September 2007

kata-kata yang melangit or tidak membumi n cuma teori, orang itu punya perasaan n takaran kekuatan mental. Tidak mudah sering menerima penolakkan, malahan bisa menimbulkan penyakit paranoid. buatlah saran bisnis yang realistis n praktis. MLM adalah bisnis melawan sunattullah.. Ndak percaya ? Hitung berapa yang sukses dengan yang benar2 gagal ? Dibawah 5% he he..

5. Kholid Ferdiansyah - 21 September 2007

Assalamualaikum…

Mas Danarz sebelumnya saya mau mengucapkan beribu terima kasih karna sudi mampir di gubuk kami ini. Coba saya menjawab keberatan mas….”kata-kata yang melangit or tidak membumi n cuma teori” di k-link kami tidak memberikan janji-janji mendapatkan ini mendapatkan itu…tapi jika mas fokus dan komitmet mas akan medapatkan 3 hal…yaitu SEHAT, UANG, dan WAKTU. Semua memang cuman teori mas jika kita tidak melaksanakannya…sesimple apapun itu jika kita tidak melakukannya maka hanya menjadi teori saja! contoh klo mas mau belajar berenang…mas tau teori berenang…mas hapal semua buku2 tentang renang…tapi mas tidak pernah sekalipun prakter gimana berenang apakah mas bisa selamanya akan berenang? pasti tidak to? maka disini “JUST DO IT”.
“Tidak mudah sering menerima penolakkan, malahan bisa menimbulkan penyakit paranoid.” wah mas klo masalah penolakan coba saya tanya mas ada gak orang di dunia ini yang GAK pernah DITOLAK dalam hidupnya? mulai dari kita sekloah sd hingga sma sudah di tolak masuk ke sekolah favorit…ketika kita lulus dan daftar perguruan tinggi kita di tolak masuk perguruan tinggi Negri…ketika kita lulus sarjana…apaah kita langsung dapat pekerjaan? kta melamar kesana kesini dan DITOLAK lagi…ketika kita suka sama seseorang…kita nyatakan isi hati kita…apa kita 100% diterima? tentu tidak…terkadang kita harus menerima pahit karna penolakan! benar? penolakan yang akan anda dapatkan di K-Link maksimal sebatas … ahh mas ntar dulu lah…atau gak ah…atau ahh mlm basi!…pernah ga mas mrospek orang kemudian dia nolak lalu ngehajar mas habis2an? tidak kan? nah lalu apa yang ditakutkan? dunia ini penuh penolakan mas…tinggal kitanya saja mau atau tidak.
“Hitung berapa yang sukses dengan yang benar2 gagal ? Dibawah 5% he he..” wah iyah mas saya setuju dengan mas…TAU GAK MAS KENAPA YANG SUKSES HANYA 5%? KARNA HANYA 5% ORANG ITULAH KETIKA MENGHADAPI PENOLAKAN DIA TIDAK BERHENTI…tapi TERUS MAJU DAN AKHIRNYA SUKSES!! tau gak kenapa orang gagal? karna dia CEPAT BERHENTI…tinggal selangkah lagi sukses dia sudah berhenti…bayangkan anda belajar berenang dan merasa capek gak bisa2 lalu anda berhenti…ketimbang ketika anda capek tidak bisa2 lalu istirahat dan terus melanjutkan….saya yakin yang kedua akan bisa berenang dan yang pertama tidak…karna terlalu cepat berhenti! sekali lagi terima kasih banyak atas masukan yang sangat berharga mas…kapan2 kita bisa sharing lagi…

6. ica - 20 November 2007

to mas kholid..salutt bgt….Oya mas punya jadwal BOB dan CnQ terbaru ga?dan mas punya ga video lagu K-Link yang ada permainan caturnya?saya suka bgt dengan video tu, tapi saya ga tau harus cari kmana. buat mas danarz.. plis deh.. buktikan klo berusaha dengan k-link melawan sunatullah… uraikan semua alasan yang mas punya agar bisa masuk di akal kita yang membaca dan menjalani bisnis MLM bersama K-Link, agar kami yang menurut mas sedang tersesat bisa kembali ke jalan yang benar. apakah mas sudah pernah bergabung dengan komunitas K-Link? apakah mas sudah pernah mencoba semua yang di sarankan dalam K-Link? mas sendiri tentu pernah gagal, jauh dahulu kala ketika mas masih bayi yang belum bisa berjalan, apakah mas berhenti mencoba tuk berjalan karena waktu bayi,mas sering kali terjatuh ketika mencobanya?pikirkanlah,apabila mas waktu itu berhenti mencoba BERANI JATUH, apakah mas sekarang akan BISA BERJALAN dengan tegap? sungguh mas, “Allah takkan merubah nasib/keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”…

7. Al-Hanif - 29 Januari 2008

Mas, aku member baru K-Link, ada hal yang mengganjal, HALAL gak sih K-System ini? Mas ada masukan buat saya? Soalnya ya itu PENOLAKAN dari Prospek saya rata2 menanyakan KEHALALAN K-System. Terimakasih

8. aswanto prayoga - 9 Februari 2008

membaca artikel mas bak intan dalam kawah yang membara,intinya adalah ilmu en system yg mas kholid lakukan sama percis dg sistem di k-link.emg benar smakin kita terus melakukan tanpa menghiraukan tantangan en coban sama halnya kita akan menaggung resiko yaitu siap menjadi kaya.kaya dalam hati,rendah hati en terakhir adalah banyak uang en waktu.thank banget mas kholid.salam buat mr calvin yang udah ngasih arahan tuk orang-orang sibolga,dipantai carita.matur nuwon.salam dari saya aswanto prayoga.k-syistem medan(sibolga)

9. aswanto prayoga - 9 Februari 2008

saat saya memeberikan lampiran copian dari beberapa artikel mas kholid pada beberapa donline saya,mereka terkejut dengan isi artikel en metode didalamnya.melihat en mengetahui sikap en kerja yang telah mereka(donline) lakukan,masya allah yanmg kemarin -kemarin aplikasi disibolga hanya 2-3 orang perbulan sekarang alhmdllh telah mencapai 5-15 orang .sungguh pencapaian yg tidak pernah kami bayngkan.namun bgimnpun,hal ini semua adalh tanggung jawab kami para leader k-link disolga untuk sm2 jd yg terbaik dibisnis k-link dan orang2 yg kita cintai.thanks mas kholid.salam kenal.dari orang2 sibolga….aswanto.p.

10. bram alexander - 2 Maret 2008

Teng kyu bro…..
udah ngasih inspirasi & motivasi baru buat gw…
Harga dari sebuah kesuksesan itu tidak murah…. perlu banyak pengorbanan… tapi gak perlu kaya’ nyamuk yang untuk hidup aja harus ngorbanin nyawa, hehehehe…
sukses bro!!!

11. doddy - 24 Maret 2008

mas bisa bantuin saya ga..? saya baru join nih di k-link tapi masih bingung mo ngapain,ajarin saya doooonngg

12. guntur - 25 Maret 2008

mantep bgt anda bos, saya guntur dr Jember. ikut K-link udh setahun lbh, peringkat msh 19%. lihat Tulisan Bos Kholid jd lbh mantep bgt. bos tinggal dimana n asli mn? blh mnt no hp bos kh?

13. PlasmaNet - 31 Maret 2008

mas Kholid nimbrung nich.
oh, ya ikutan jualan model MLM memang mendatangkan pasiv income…tapi gimana jika dalam komunitas ambil contoh: di tingkat RT dimisalkan ada 50 KK.
saya mendaftar, lalu 3 orang di lingkungan RT akan saya daftar dan saya pilih mereka yg memiliki ekonominya mapan…pasti dia mau apalagi misalnya kawan atau kerabat dekat. 3 orang lagi akan mereflikasikan ke warga RT dst….ujung-ujungnya mungkin yg didaftar pada level 5 dst. akan kehabisan potensi. masalahnya kita anggap RT lain juga sudah melakukan hal yang sama.
STOP jangan berpikir dulu penduduk kita 240 juta, begitu juga penduduk dunia….ujung-ujungnya apa enda kasihan tuh kita yg tinggal klik-klik di komputer…sementara downline pada level tertentu masih harus pontang-panting mempromosikan mencari calon member.
Hal lain kayaknya kalau ada kesimbangan sebagai contoh…apakah setiap bulan kita mengumpulkan 400BV lalu akan meningkat-meningkat–meningkat yang sudah-sudah lama-lama masyarakat jenuh juga. Ada beberapa alasan jenuh…cape cari pembeli produk yg kita beli….mungkin orang yang kita tawarkan bisa jadi mau beli tapi gimana kalo tidak bayar cash. Mungkin ada yg mau beli kas tapi belum tentu habis terjual dalam bulan itu, sementara bulan berikut harus tutup poin-poin. Apa yang terjadi benak calon konsumen, lho produk kesehatan, produk kecantikan, dll. juga kan tidak hanya produk dari K-Link, masih ada berbagai produk herbal, masih banyak produk kesehatan yg didapat dari para doketer yg mau membagikan pengetahuannya kepada masyarakat dengan harga murah-meriah melalui membuka praktek dokternya. masih banyak jenis-jenis tanaman obat yg dengan cukup merebus, menumbuk atau mengaduknya sendiri menjadi berbagai minuman murah. masih banyak-banyak cara bisnis yg lebih manusia dgn mempertimbangkan harga sesuai dgn kualitas tanpa harus markUp harga dari empunya “orang-sono”, masih banyak teknologi proses dari negeri ini yg belum tergali karena kita masyarakat hobinya hanya sebagai “sales” fungsi marketing mengapa kita tidak berpikir memproduksi secara kolektif.
masih banyak kita mencari penghasilan dengan cara memberdayaan masyarakat riil tidak memperdayakan orang lain dgn ilmu yg kita miliki. contoh: bantu pemberdayaan pertanakan buat orang-orang desa menghasilkan ternak saya kira juga akan lebih nikmat.
membantu bantuan kredit pinjaman modal bagi usaha informal dengan sistem syariah atau keiklasan dari peminjam uang tanpa harus menentukan bunga pinjaman, melalainkan menyisihkan dari keuntungan. contoh seorang pedagang keliling buah-buahan meminjam 200.000 dari 200ribu pedagang itu memiliki pendapatan 40ribu/hari. andaikan kita mengajari mereka iklas menyisihkan sebagian kecilnya saja uang itu akan memiliki “NILAI” saya tidak menyebutkan berapa dia akan menyisihkan dan diserahkan dalam amplot tertutup bisa 100rp, 500rp, bisa 1000rp per hari.
Kasus lain bangsa kita butuh bahan baku 95% bahan kapas (0,5juta/thn) atau setara 15ton/hari harus diproses dlm industri tekstil. jika yg dikembangkan tanaman rami yg satu thun menghasilkan 6 ton (4 s/d. 5 kali/thn) dgn harga 9juta/ton petani akan memiliki penghasilan yg cukup lumayan. dengan dimikian setidaknya setiap hari sekitar 12Ha harus dipanen setiap hari atau berpeluang memberikan pendapatan baru setidaknya 4 juta KK, bagaimana dgn dampak dari produk ketersediaan bahan baku dalam negeri ke depan….mestinya anda juga peluang untuk berkontribusi kalau kita mau indonesianisasi….kok malah kita ini senang produk impor bahan jadi kaki tangannnya…apa tidak ada bisnis lain yg dpt dibangun dari milik lokal. Saya kira DAGADU bisnisnya bagus “indonesianisasi” disana kan ada pola kemitraan antara pemasok….dgn pihak manajemen, pengrajin yg produknya di pampang di MALIOBORO juga polanya bagus indonesianisasi, produk gerabah, kerajinan elektroplating, pengembangan ikan tambak, breeding ternak (itik, ayam, dll), pengolahan limbah plastik, pemanfaatan limbah tanaman tebu, pertanyaan lagi buat anda…bagaimana saudara-saudara kita yang tinggil di daerah pesisir, daerah perbatas, di daerah transmigrasi, yang miskin pengetahuan yg terhimpit di perkotaan….apakah produk K-LINK akan menjangkau kesana…..?
terima kasih….semoga K-LINK membumi di negeri kita…..karena kita tidak melek di bumi kita.
wassalam

Saya kira

14. Heri - 29 Mei 2008

Sepertinya Mas Danarz ini (calon) orang gagal nih. Setiap kata dan kalimatnya penuh nada pesimis. Tapi orang seperti dia perlu ditolong. Saya merasa kasihan. Setiap orang yang bergabung dengan k-link adalah orang yang (harus) siap menolong orang lain. Menolong mereka yang sakit (jiwa dan raga). Menolong mereka yang mau merubah kualitas hidupnya. dll

15. setyo - 14 Juni 2008

maaf mo tanya, artikel yang anda tulis di atas itu sumbernya dari mana?
Dari K-system langsung/kaset-kaset sponsor atau tidak kok sumber tdk langsung dicantumkan!
Kl saya dengar-dengar sumber dan prosesnya dan cara-cara harus duplikasi dari sponsor/uplink yang aktif.

maaf saya belum begitu tahu k-link

16. yogiswaranugroho - 29 Oktober 2008

saya baru di k-link….saya gabung 3 bln yg lalu, jujur saya tertarik, karena ibu saya membaik setelah minum kloro, gamat, propolis..kakak saya SGPT/SGOT stabil setelah rutin konsumsi kloro…
jujur juga saya tdk terlalu menguasai produk2 K-link dan jujur pula saya ndak tau arah “Klink” saya, saya cuma taunya beliin buat ibu saya, anak saya(omegasqua)&istri saya.
ketakutan2 yg disebutkan mas memang saya alami ketika saya mengambil sisi bisnis “Klink”
saya jg berencana ikut BOP di SBY minggu ini.
ya semoga saya bisa memanage kondisi ini menjadi sesuatu yg berharga buat saya dan berpikiran positif tentunya.
mas ketemuan yok kalo saya pulang ke jogja….
kebetulan mertua saya di condong catur.
mohon bimbingannya,
Salam.

17. Next c.a Ramdhani s - 27 Desember 2008

Numpang ah, k-link emang ladang and kendaraan bru bwt wajah indonesia saat ini, tuk membicarakan bhwa ini adalah bisnis murni, k-link di arab masuk sbg satu2nya mlm yg ada di arab, padahal di arab segalanya hrus halal dan toyibah, d k-link kita tdk berbisnis orang (perputaran jaringan uang), tp berbisnis dgn basis MURNI multi level (jejaring). Ambil keputusan…sbg penutup sy teringat kata kiasan cendikiawan “jika kau harus memilih antara karier dan impian, maka pilihlah impian. Karena hidupmu, cita2mu, keinginanmu, berawal dari impianmu hari ini tuk masa depan yang kau raih”…k-link tdk memberi evaluasi, tp memberi acuan tuk jalani kehidupan…!! Waktu adalah nyawamu…

18. MAHAYANA - 24 Januari 2009

bisnis k-link bukan hanya semata-mata tentang uang,tetapi seberapa besar hasrat dan impian kita untuk menjadi penyalur berkat untuk orang-orang yang membutuhkan…..bless you all..GO LC!

19. Irfan Akadji - 3 April 2009

Sekedar share, klo ingin bahagia dengan usaha ?
Ada 3 hal mendasar yang perlu diperhatikan :

1. Cerdas intelektual : dalam konteks K-link kuasai produk kita serta produk pesaing, Link, dan evaluasi performansi sales, after sales, dlsbg.

2. Cerdas emosional : pelajari hubungan dengan manusia al :karakter indidividu, sosial masyarakat, SARA & tingkatkan Intrapersonal skill serta Interpersonal skill.

3. Cerdas Spritual : Segala tindakan kita karena didasari rasa ingin membantu sesama selaku mahluk Tuhan artinya Karena Lillahi Taala, sehingga apapun hasilnya kita ihlas menerimanya.

Trims
Parepare

Kholid Ferdiansyah - 13 Juli 2009

terima kasih mas irfan sebelumnya sudah mampir ke gubug saya…terima kasih lagi untuk masukan yang sangat berati mas…saya setuju dengan statement mas….Insyallah mas di lapangkan rizkinya oleh Allah amien….bagi2 mas trik2nya sama temen2 kita yang lain supaya bisa ikhlas lillahita’ala.

20. suker - 31 Mei 2009

saya suker dari Ntb!!! saya benar2 terimakasih sama mas Kholid Ferdiansyah. klw mas danarz Suruh dia hidup di kuburan aja!!
nda ada yang nolak

21. Ibnu K-Link (EID640556) - 1 Juli 2009

Jawaban yang luar biasa menurut saya dari Mas Kholid untuk Mas Danar…. Sekaligus buat tambahan ilmu untuk saya…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: